Tampilkan postingan dengan label angelnight. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label angelnight. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Juni 2017

Untuk Wanita Chapter I

Kami tahu, kalian para wanita sungguh sebenarnya menghargai usaha yang kami lakukan dan yang kalian harus tau, kami selalu bersungguh-sungguh untuk orang yang kami sayangi! Hanya saja kami butuh kalian tersenyum ketika kami merasa lelah, hampir putus asa dan sungguh kami akan kembali mngerjakan itu untuk kalian semua! Hanya karena kalian wahai wanita.

Ya! kami pun tahu bahwa ketika kalian hanya diam dan meperlihatkan bahwa kalian bosan, kalian ingin kami tetap sabar tapi kami tidak mau terlihat tidak bisa mengerti kalian dengan mengajukan pertanyaan “jadi maunya gimana?”. kami akan diam sesaat, dan berpikir apa yang bisa membuat senyum kalian kembali lagi? karena senyum kalian yang menghidupkan hidup kami. Sungguh! Semua hanya karena kalian wahai wanita

Kami sebenarnya pun tahu bahwa kalian senang jika kami menulis kata-kata romantis seperti di film-film korea yang kalian tonton. Kalian berangan-angan bahwa hal yang terjadi di film itu bias terjadi dalam kehidupan kalian? (Ya kan…?). tapi justru karena kalian sering mengangan-angankan hal itu, kami tidak melakukan untuk kalian, kami berpikir keras, memutar otak menyiapkan kejutan yang bahkan tidak terpikir dari angan-angan kalian, untuk melihat kalian tersenyum. Sungguh! semua hanya karena kalian wahai wanita

Kami pun tau, kalian menerima kami di samping kalian bukan semata-mata kami tampan. (Tampan? Winggggggs) Ketika kalian mengidolakan seseorang yang tampan maka kami akan memasang tampang tidak peduli dan mencoba mengalihkan pembicaraan, bukan kami tidak peduli, sebenarnya kami cukup muak dengan cara kalian menyanjung lelaki yang bahkan mengenal kalian saja tidak tapi kami harus menjadi pemimpin yang baik untuk kalian dan menjadikan kami bersikap lebih bijaksana di depan kalian. Sungguh! semua itu hanya karena kalian wahai wanita

Kami cukup mengerti bahwa kalian menghargai setiap usaha yang kami lakukan untuk membantu kalian mengerjakan tugas kalian, ketika kalian mengatakan dalam kesulitan, sungguh kami akan berusaha sebisa kami untuk membantu kalian dan ketika kami datang kerumah kalian dengan makanan, tanpa tugas yang kalian butuhkan, artinya kami tidak mendapatkan apa yang kalian cari dan yang ada dipikiran kami saat itu hanyalah bahwa usaha terakhir yang dapat kami lakukan hanya menemani kalian! hingga tugas itu selesai, meyakinkan bahwa kalian tidak lupa untuk mengisi perut kalian, kami sungguh khawatir pada kesehatan kalian. Sungguh, semua itu hanya karena kalian wahai Wanita

Kami tau, kalian kesal ketika kami mengacuhkan kalian hanya untuk bermain game bersama teman-teman kami. tapi ketika itu, ketika ada sedikit waktu, kami mencari handphone kami dan menanyakan kabar kalian karena kami ingin mengetahui kabar kalian. Dan tahukah kalian? sebelum kami bermain game itu, kami membicarakan pasangan kami masing-masing, membanggakan bahwa kami memiliki pasangan terbaik di dunia atau membicarakan masalah-masalah yang timbul pada hubungan kami dan masing-masing akan memberikan sarannya untuk menyelesaikan masalah kita, itu kami lakukan hanya karena kami ingin mendengarkan pendapat orang yang dekat dengan kami mengenai keputusan yang akan kami buat. Kadang memang kami mematikan handphone kami, namun ketika kami mengetahui kalian menelpon atau membaca sms dari kalian, maka kami akan meletakkan game itu dan berlari ke pojok kamar menelepon kalian. Tidak peduli teman-teman kami bersorak sorak menggoda kami, sungguh, semua itu hanya karena kalian wahai wanita

Kami pun sadar, kami bukan bayi yang harus kalian ingatkan untuk Ibadah, atau makan. Kadang kami akan bersikap tak peduli. Namun ketika kami membaca sms kalian atau mendengarkan suara kalian ketika mengingatkan kami untuk makan, maka pada saat itu kami pasti tersenyum dan berterima kasih (walaupun tidak kami ucapkan), dan ketika kami membalas dengan kata-kata “iya, kamu juga ya..”, maka kami benar-benar tulus mengatakannya… sungguh, semua itu hanya karena kalian wahai wanita


Ketika kami acuh pada kalian, maka pada saat yang sama kami sedang menyiapkan kejutan untuk kalian. Dan ketika kami memberikan barang milik kami pada kalian waktu mengantarkan kalian hingga pintu dan pamit pada orang tua kalian, maka kalian harus tau bahwa barang itu adalah barang yang berharga untuk kami. (walaupun barang itu terlihat biasa untuk kalian) tolong tersenyumlah untuk kami, karena senyum itu yang menghidupkan hidup kami! sungguh, semua itu hanya karena kalian wahai wanita

Rabu, 05 Maret 2014

Kepentingan

Kau kerjakanlah yang menurutmu 'PENTING'. Kelangsungan hidup
masyarakat, kemajuan Indonesia, kesejahteraan orang-orang
disekitar, masa depan Bangsa, dan mengenai siapa yang patut
memimpinnya. Yang tidak kau berikan FOKUS dan PRIORITAS, biar
kubantu singkirkan.
Aku, misalnya..

Senin, 09 Desember 2013

Ruby Dickinson

Three-year old Ruby Dickinson, from Wales, is preparing to ink a small tattoo, on her father’s body, and become the youngest tattoo artist on Earth.
Ruby has been living in a tattoo-filled environment, ever since she was born. Her father, Blane, has his own tattoo shop, set up right in their home. Tattoing has already become part of Ruby’s life, and she always talks to her father’s customers, about what they’re planning to ink on their bodies, and repeats whatever her father tells them, on the matter.

Blane has already ordered a special tattooing tool, from the States, one that fits Ruby’s small hands. Right now, she is practicing her favorite design, a spider, about the size of a 2 p coin. Since her father already has 70% of his body covered with tattoos, he’s not worried Ruby might mess up the spider.
Brent says “this will set her off on a fantastic career, and a tattoo machine is a lot cheaper than university fees.”
Photos by Cascade News via Daily Mail

Jumat, 26 Juli 2013

this what i call a holiday

 Prambanan Temple
 Borobudur Temple w/ Justyna
 On the boat when i'm going to Nusa Kambangan Island ( Alcatraz Indonesian Version )

and i found a guy. but not him made me interest.. he has Owl.... Nice bird sweetie....
 Pasir Putih, still in Nusa Kambangan Island, Cilacap Central Java.
 Hell Yeah....!!
(^_^)9
 sitting down in here and imagine what will be happen with me long time ago in here, because this is a jail from Japan Military
 feel enjoy and better with fresh air and amazing neighbourhood in Pacet, East Java.
 B R O M O
still in Bromo with Justyna

Rabu, 17 Agustus 2011

mayi complain??

may I complain? Though you have been bless with a pair of strong arms to change the world. It worth your gripe? Though you have been awarded the intelligence that allows you to fix everything.

Do you intend to squander it all? then get rid of the burden and responsibilities? Do not force that on yourself, because you fell lamented. Let your heart Be strong. Enforce the shoulder. Don't let the spirit is lost simply because you don't know the answer to your problem.

Don't let fatigue thrust your advantage. Take a deep breath. Get hold of all the universe that exists in your mind. Then again found a glimmer of light behind the clouds. And start taking a new step.

Minggu, 31 Juli 2011

Indahnya Bulan Suci Ramadhan

Indahnya Bulan Suci Ramadhan

    Bulan suci ramadhan telah datang, bulan ini adalah bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh kaum muslim karena bisa dibilang bulan inilah yang paling istimewa diantara bulan-bulan yang lain. Pada bulan ini umat islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa, Tentu saja puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga dari waktu imsak sampai berkumandang adzan maghrib tetapi juga menahan segala hawa nafsu.

    Berbicara tentang bulan ramadhan pada tahun ini insyaAllah jatuh pada bulan Agustus, Biasanya pada bulan inilah gencar-gencarnya diadakan event-event untuk memperingati hari kemerdekaan indonesia. Lalu Bagaimana nasibnya event-event tersebut apabila bulan ramadhan bertepatan dengan bulan agustus ?

  1. Semuanya Dilaksanakan di Awal

    Saya sendiri yang masih berstatus sebagai siswa di Madrasah Aliyah tentu merasakan hal ini, Misalnya saja seperti Gerak Jalan, Lomba dll. dilaksanakan pada bulan Juli, Jadi ?? hampir mirip sebagai Julian daripada Agustusan. Tetapi tidak apa-apa lah, lebih baik ada daripada tidak ada :-).

  2. 17 Agustus ?

    Pasti pada tau kan kalau tanggal 17 Agustus itu hari kemerdekaan republik kita tercinta, Nah berhubung bertepatan dengan bulan suci ramadhan maka upacara proklamasi Tetap dilaksanakan sesuai jadwal :-). Menurut informasi yang saya dengar si begitu.
Nah setelah membahas tentang fenomena yang biasanya terjadi pada bulan agustus, Sekarang masuk ke inti pembahasan yaitu tentang Keindahan Bulan Suci Ramadhan, Kenapa bulan ini Paling Ngangenin ?.
  1. Pintu Neraka dan Pintu Surga

    Pada bulan ini pintu neraka ditutup dan semua pintu surga dibuka, Juga Para setan dibelenggu. lalu yang biasa menjadi pertanyaan, jika setan dibelenggu kenapa masih ada manusia yang melakukan maksiat ? hal itu dikarenakan jiwa manusia tersebut telah kotor, sehingga tanpa ada yang membujuk sekalipun akan tetap melakukan maksiat. Makanya itu marilah dibulan suci ini kita membersihkan jiwa kita dari kotoran – kotoran yang menempel agar kita mendapat manfa’at dari bulan suci ramadhan ini.
  2. Sahur dan Berbuka Puasa

    yup, inilah sa’at yang sangat ngangenin, Bagaimana tidak ? pada waktu inilah kita biasanya berkumpul dengan keluarga, sahur bersama, berbuka bersama. Dan kesan sa’at sahur yang waktu mata masih lengket dibangunkan diajak sahur dan ketika standby di meja makan menunggu Berkumandangnya Adzan Maghrib yang menjadi tanda telah tuntas perjuangan kita menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu selama satu hari :-).
  3. Pulang Lebih Awal

    Pastinya ini yang paling disukai, kalau biasanya pulang sekolah pukul 13.00 atau 13.30, tetapi pada bulan ini maksimal pukul 10.30 atau 11.00 sudah berada di rumah.

Rabu, 22 Juni 2011

seorang ayah

25 tahun yang lalu,
Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan.
Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Itu sebabnya kami
ada di Kantor Catatan Sipil. Wali kami pun wali hakim. Dalam
tiga puluh menit, prosesi pernikahan kami selesai. Tanpa
sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa d! an salam
sejahtera dari kerabat. Tapi aku masih sangat bersyukur
karena Lukman dan Naila mau hadir menjadi saksi. Umurku
sudah menginjak seperempat abad dan Kania di bawahku..
Cita-cita kami sederhana,ingin hidup bahagia.

22 tahun yang lalu,
Pekerjaanku tidak begitu elit, tapi cukup untuk biaya makan
keluargaku. Ya, keluargaku. Karena sekarang aku sudah punya
momongan. Seorang putri, kunamai ia Kamila. Aku berharap ia
bisa menjadi perempuan sempurna, maksudku kaya akan budi
baik hingga dia tampak ! sempurna. Kulitnya masih merah,
mungkin karena ia baru berumur seminggu. Sayang, dia tak
dijenguk kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Aku harus
bisa terima nasib kembali, orangtuaku dan orangtua Kania tak
mau menerima kami.. Ya sudahlah. Aku tak berhak untuk
memaksa dan aku tidak membenci mereka. Aku hanya yakin,
suatu saat nanti, mereka pasti akan berubah.

19 tahun yang lalu,
Kamilaku gesit dan lincah. Dia sekarang sedang senang
berlari-lari, melompat-lompat atau meloncat dari meja ke
kursi la! lu dari kursi ke lantai kemudian berteriak
'Horeee, Iya bisa terbang'. Begitulah dia
memanggil namanya sendiri, Iya. Kembang senyumnya selalu
merekah seperti mawar di pot halaman rumah. Dan Kania tak
jarang berteriak, 'Iya sayaaang,' jika sudah
terdengar suara 'Prang'. Itu artinya, ada yang
pecah, bisa vas bunga, gelas, piring, atau meja kaca..
Terakhir cermin rias ibunya yang pecah. Waktu dia melompat
dari tempat tidur ke lantai, boneka kayu yang dipegangnya
terpental. Dan dia cuma bilang 'Kenapa semua kaca di
rumah ini selalu pecah, Ma?'

18 tahun yang lalu,
Hari ini Kamila ulang tahun. Aku sengaja pulang lebih awal
dari pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu. Kemarin
lalu dia merengek minta dibelikan bola. Kania tak
membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy apalagi
jadi pemain bola seperti yang sering diucapkannya.
'Nanti kalau sudah besar, Iya mau jadi pemain
bola!' tapi aku tidak suka dia menangis terus minta
bola, makanya kubelikan ia sebuah bola. Paling tidak aku
bisa punya lawan main setiap sabtu sore. Dan seperti yang
sudah kuduga, dia bersorak kegirangan waktu kutunjukkan bola
itu. 'Horee, Iya jadi pemain bola.'

17 Tahun yang lalu
Iya, Iya. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di jalan.
Mainnya di rumah aja. Coba kalau ia nurut, Bapak kan tidak
akan seperti ini. Aku tidak tahu bagaimana Kania bisa tidak
tahu Iya menyembunyikan bola di tas sekolahnya. Yang aku
tahu, hari itu hari sabtu dan aku akan menjemputnyanya dari
sekolah. Kulihat anakku sedang asyik menendang bola
sepanjang jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah
jalan. Aku berlari menghampirinya, rasa khawatirku
mengalahkan kehati-hatianku dan 'Iyaaaa'. Sebuah
truk pasir telak menghantam tubuhku, lindasan ban besarnya
berhenti di atas dua kakiku. Waktu aku sadar, dua kakiku
sudah diamputasi. Ya Tuhan, bagaimana ini. Bayang-bayang
kelam menyelimuti pikiranku, tanpa kaki, bagaimana aku
bekerja sementara
pekerjaanku mengantar barang dari perusahaan ke rumah
konsumen. Kulihat Kania menangis sedih, bibir cuma berkata
'Coba kalau kamu tak belikan ia bola!'

15 tahun yang lalu,
Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. Uang
pesangon habis untuk ke rumah sakit dan uang tabungan
menguap jadi asap dapur. Kania mulai banyak mengeluh dan Iya
mulai banyak dibe! ntak. Aku hanya bisa membelainya. Dan
bilang kalau Mamanya sedang sakit kepala makanya cepat
marah. Perabotan rumah yang bisa dijual sudah habis. Dan aku
tak bisa berkata apa-apa waktu Kania hendak mencari ke luar
negeri. Dia ingin penghasilan yang lebih besar untuk
mencukupi kebutuhan Kamila. Diizinkan atau tidak diizinkan
dia akan tetap pergi. Begitu katanya. Dan akhirnya dia
memang pergi ke Malaysia .

13 tahun yang lalu,
Setahun sejak keper! gian Kania, keuangan rumahku sedikit
membaik tapi itu hanya setahun. Setelah itu tak terdengar
kabar lagi. Aku harus mempersiapkan uang untuk Kamila masuk
SMP. Anakku memang pintar dia loncat satu tahun di SD-nya.
Dengan segala keprihatinan kupaksakan agar Kamila bisa
melanjutkan sekolah. aku bekerja serabutan, mengerjakan
pekerjaan yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku. Aku
miris, menghadapi kenyataan. Menyaksikan anakku yang tumbuh
remaja dan aku tahu dia ingin menikmati dunianya. Tapi
keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. Tapi aku
harus kuat. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila hidup
tegar.

10 tahun yang lalu,
Aku sedih, semua tetangga sering mengejek kecacatanku.
Dan Kamila hanya sanggup berlari ke dalam rumah lalu
sembunyi di dalam kamar. Dia sering jadi bulan-bulanan
hinaan teman sebayanya. Anakku cantik, seperti ibunya.
'Biar cantik kalo kere ya kelaut aje.' Mungkin
itu kata-kata yang sering kudengar. Tapi anakku memang sabar
dia tidak marah walau tak urung menangis juga.
'Sabar ya, Nak!' hiburku.
'Pak, Iya pake jilbab aja ya, biar tidak
diganggu!' pintanya padaku. Dan aku menangis. Anakku
maafkan bapakmu, hanya itu suara yang sanggup kupendam dalam
hatiku. Sejak hari itu, anakku tak pernah lepas dari
kerudungnya. Dan aku bahagia. Anakku, ternyata kamu sudah
semakin dewasa. Dia selalu tersenyum padaku. Dia tidak
pernah menunjukkan
kekecewaannya padaku karena sekolahnya hanya terlambat di
bangku SMP.!

7 tahun yang lalu,
Aku merenung seharian. Ingatanku tentang Kania, istriku,
kembali menemui pikiranku. Sudah bertahun-tahun tak kudengar
kabarnya. Aku tak mungkin bohong pada diriku sendiri, jika
aku masih menyimpan rindu untuknya. Dan itu pula yang
membuat aku takut. Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi
TKI ke Malaysia . Sulit baginya mencari pekerjaan di sini
yang cuma lulusan SMP.. Haruskah aku melepasnya karena
alasan ekonomi. Dia bilang aku sudah tua, tenagaku mulai
habis dan dia ingin agar aku beristirahat. Dia berjanji akan
rajin mengirimi aku uang dan menabung untuk modal. Setelah
itu dia akan pulang, menemaniku kembali dan membuka usaha
kecil-kecilan. Seperti waktu lalu, kali ini pun aku tak
kuasa untuk menghalanginya. Aku hanya berdoa agar Kamilaku
baik-baik saja.

4 tahun lalu,
Kamila tak pernah telat ! mengirimi aku uang. Hampir tiga
tahun dia di sana . Dia bekerja sebagai seorang pelayan di
rumah seorang nyonya. Tapi Kamila tidak suka dengan
laki-laki yang disebutnya datuk. Matanya tak pernah siratkan
sinar baik. Dia juga dikenal suka perempuan. Dan nyonya itu
adalah istri mudanya yang keempat. Dia bilang dia sudah
ingin pulang. Karena akhir-akhir ini dia sering diganggu.
Lebaran tahun ini dia akan berhenti bekerja. Itu yang kubaca
dari suratnya. Aku senang mengetahui itu dan selalu menunggu
hingga masa itu tiba. Kamila bilang, aku jangan pernah lupa
salat dan kalau kondisiku sedang baik usahakan untuk salat
tahajjud. Tak perlu memaksakan untuk puasa sunnah yang pasti
setiap bulan Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin
untuk kuat hingga beduk manghrib berbunyi. Kini anakku lebih
pandai menasihati daripada aku. Dan aku bangga.

3 tahun 6 bulan yang lalu,
Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisian
pemerintahan Malaysia , kabarnya anakku ditahan. Dan dia
diancam hukuman mati, karena dia terbukti membunuh suami
majikannya. Sesak dadaku mendapat kabar ini. Aku menangis,
aku tak percaya. Kamilaku yang lemah lembut tak mungkin
membunuh. Lagipula kenapa dia harus membunuh. Aku meminta
bantuan hukum dari Indonesia untuk menyelamatkan anakku dari
maut. Hampir setahun aku gelisah menunggu kasus anakku
selesai. Tenaga tuaku terkuras dan airmataku habis. Aku
hanya bisa memohon agar anakku tidak dihukum mati andai dia
memang bersalah.

2 tahun 6 bulan yang lalu,
Akhirnya putusan itu jatuh juga, anakku terbukti bersalah.
Dan dia harus menjalani ! hukuman gantung sebagai
balasannya. Aku tidak bisa apa-apa selain menangis
sejadinya. Andai aku tak izinkan dia pergi apakah nasibnya
tak akan seburuk ini? Andai aku tak belikan ia bola apakah
keadaanku pasti lebih baik? Aku kini benar-benar sendiri.
Wahai Allah kuatkan aku.

Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke Malaysia .
Anakku ingin aku ada di sisinya disaat terakhirnya.
Lihatlah, dia kurus sekali. Dua matanya sembab dan bengkak.
Ingin rasanya aku berlari tapi apa daya kakiku tak ada.. Aku
masuk ke dalam ruangan pertemuan itu, dia berhambur ke
arahku, memelukku erat, seakan tak ingin melepaskan aku.

'Bapak, Iya Takut!' aku memeluknya lebih erat
lagi. Andai bisa ditukar, aku ingin menggantikannya.
'Kenapa, Ya, kenapa kamu membunuhnya sayang?'
'Lelaki tua itu ingin Iya tidur dengannya, Pak. Iya
tidak mau. Iya dipukulnya. Iya takut, Iya dorong dan dia
jatuh dari jendela kamar. Dan dia mati. Iya tidak salah kan
, Pak!' Aku perih mendengar itu. Aku iba dengan nasib
anakku. Masa mudanya hilang begitu saja. Tapi aku bisa
apa, istri keempat lelaki tua itu menuntut agar anakku
dihukum mati. Dia kaya dan lelaki itu juga orang terhormat.
Aku sudah berusaha untuk memohon keringanan bagi anakku,
tapi menemuiku pun ia tidak mau. Sia-sia aku tinggal di
Malaysia selama enam bulan untuk memohon hukuman pada wanita
itu.

2 tahun yang lalu,
Hari ini, anakku akan dihukum gantung. Dan wanita itu akan
hadir melihatnya. Aku mendengar dari petugas jika dia sudah
datang dan ada di belakangku. Tapi aku tak ingin melihatnya.
Aku melihat isyarat tangan dari hakim di sana . Petugas itu
membuka papan yang diinjak anakku. Dan 'blass'
Kamilaku kini tergantung. Aku tak bisa lagi menangis.
Setelah yakin suda! h mati, jenazah anakku diturunkan
mereka, aku mendengar langkah kaki menuju jenazah anakku.
Dia menyibak kain penutupnya dan tersenyum sinis. Aku
mendongakkan kepalaku, dan dengan mataku yang samar oleh air
mata aku melihat garis wajah yang kukenal.
'Kania?'
'Mas Har, kau ... !'
'Kau ... kau bunuh anakmu sendiri, Kania!'
'Iya? Dia..dia . Iya?' serunya getir menunjuk
jenazah anakku.
'Ya, dia Iya kita. Iya yang ingin jadi pemain bola
jika sudah besar.'
'Tidak ... tidaaak ... ' Kania berlari ke arah
jenazah anakku. Diguncang tubuh kaku itu sambil menjerit
histeris. Seorang petugas menghampiri Kania dan memberikan
secarik kertas yang tergenggam di tangannya waktu dia
diturunkan dari tiang gantungan. Bunyinya 'Terima kasih
Mama.' Aku baru sadar, kalau dari dulu Kamila sudah
tahu wanita itu ibunya.

Setahun lalu,
Sejak saat itu istriku gila. Tapi apakah dia masih istriku.
Yang aku tahu, aku belum pernah menceraikannya. Terakhir
kudengar kabarnya dia mati bunuh diri. Dia ingin dikuburkan
di samping kuburan anakku, Kamila. Kata pembantu yang
mengantarkan
jenazahnya padaku, dia sering berteriak, 'Iya
sayaaang, apalagi yang pecah, Nak.' Kamu tahu Kania,
kali ini yang pecah adalah hatiku

story of my life

I wanted to share this with you all, because I know I’m not the only one who faces adversity - there's a lotta pain and sadness out there, but I promise you, if you allow Life to show you the goodness in it all (even the bad), there's nothing left but Happiness - and in the end, that’s all we really want...

Sabtu, 18 Juni 2011

The Messenger lyrics by - Chester LP

The Messenger Lyrics

When you feel you're alone
cut off from this cruel world
your instincts telling you to run

listen to your heart
those angel faces
they'll sing to you
they'll be your guide
back home

where life leaves us blind
love keeps us kind
it keeps us kind !

when you suffered it all
and your spirit is breaking
you're growing desperate from the fight

Remember your loved
and you always will be
this melody will bring
you right back home

When life leaves us blind
Love, keeps us kind!
When life leaves us blind
Love keeps us kind!

Ohhhhhh Ohhhhhhh!
Ohhhhhhh Ohhhhhh!
Ohhhhhh Ohhhhhhh!

little angel

My Little Angel.....
:-)

The Hope

Take a break for a while from wrong life

Skip Away . . .

God Never bring me this so far just to leave me alone