Tampilkan postingan dengan label Green world. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Green world. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Juli 2013

this what i call a holiday

 Prambanan Temple
 Borobudur Temple w/ Justyna
 On the boat when i'm going to Nusa Kambangan Island ( Alcatraz Indonesian Version )

and i found a guy. but not him made me interest.. he has Owl.... Nice bird sweetie....
 Pasir Putih, still in Nusa Kambangan Island, Cilacap Central Java.
 Hell Yeah....!!
(^_^)9
 sitting down in here and imagine what will be happen with me long time ago in here, because this is a jail from Japan Military
 feel enjoy and better with fresh air and amazing neighbourhood in Pacet, East Java.
 B R O M O
still in Bromo with Justyna

Gajah Sumatera ditemukan mati tanpa gading

BANDA ACEH – Seekor gajah sumatra jantan ditemukan mati di Desa Ranto Sabon, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, Minggu (14/7). Saat ditemukan, gajah berumur 30 tahun itu dalam kondisi leher terputus dan sudah tidak memiliki gading yang panjangnya lebih dari 1 meter.
Ketua Ranger Conservation Response Unit (CRU) Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Mukhtar, menyebutkan bahwa gajah jantan tersebut mati sekitar tiga hari silam.

“Gajah tersebut mati bukan diracun, tapi terkena perangkap besi yang sangat tajam sehingga leher gajah terputus. Saat kami temukan, masih terlihat ceceran darah di sekitar bangkai gajah,” ujar Mukhtar.

Ia mengakui, tim dari CRU Sampoiniet yang terdiri dari Ranger, Mahot (perawat gajah), dan Polisi Hutan Kabupaten Aceh Jaya menemukan bangkai gajah jantan tersebut saat sedang melakukan patrol rutin.

“Saat sedang berpatroli, warga melaporkan ada gajah mati di kebun yang sudah tidak dimanfaatkan warga. Saat kami temukan, gading gajah tersebut sudah tidak ada,” ujar mantan penebang kayu ilegal tersebut.

Mukhtar menyebutkan, sebelumnya memang ditemukan gajah mati di pinggiran hutan Kecamatan Sampoiniet.

“Namun kali ini, seperti sengaja dipasang perangkap untuk diambil gadingnya, terlebih gajah yang mati tersebut sudah sangat tua dan memiliki gading yang panjang,” kata Mukhtar.

Mukhtar menambahkan, gajah jantan yang diberi nama Geng (pemberani) tersebut memang sering berada di pinggiran hutan Kecamatan Sampoiniet, namun keberadaan gajah tersebut tidak merusak seperti kawanan gajah yang lain.

“Gajah itu memang selalu berada di sekitar kebun penduduk, malah ketika kami usir dia tidak mau lari. Tapi dia tidak merusak, hanya berjalan di sekitar perkebunan warga,” kata Mukhtar.

Ia juga menyebutkan, selain sering berada di sekitar perkebunan warga, gajah itu juga beberapa kali masuk ke pekarangan CRU Sampoiniet, Aceh Jaya, namun  lagi-lagi tidak mengganggu Ranger atau Mahot yang menginap di posko.

“Malah, gajah jantan itu pernah kawin dengan gajah jinak yang berada di CRU dan sekarang gajah betina itu telah melahirkan anak berumur sepuluh bulan,” Mukhtar menambahkan.

Proses Hukum Lemah
Mukhtar berharap aparat penegak hukum, khususnya polisi dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) segera menyelidiki kasus kematian gajah jantan tersebut sehingga ke depan tidak lagi terulang kasus yang sama.

“Kami warga Kecamatan Sampoiniet, tidak mau ke depan anak cucu kami tidak lagi mengenal gajah karena telah musnah,” ungkap Mukhtar.

Sebelumnya, aktivis lingkungan di Aceh, Ratno Sagita menyebutkan, meskipun sebagian besar satwa liar telah dimasukkan dalam kategori dilindungi, namun lemahnya penegakan hukum belum bisa memberikan rasa aman bagi berbagai jenis satwa liar tersebut. Hingga kini, satwa liar masih terus ditangkap untuk berbagai kepentingan oleh banyak pihak.

Ratno menyebutkan, setiap tahun, pembunuhan gajah masih terus terjadi. Satwa bertubuh besar tersebut tidak hanya diburu untuk diambil gadingnya lalu di jual di pasar gelap, tapi juga dibunuh karena dinilai kerap mengganggu perkebunan, khususnya kelapa sawit.

“Data yang berhasil dikumpulkan, pada 2012, sekitar 15 bangkai gajah sumatra ditemukan di sejumlah provinsi. Gajah tersebut diperkirakan kemungkinan besar dibunuh," kata dia.

Jumlah tersebut, ujar Ratno, jauh lebih tinggi daripada 2011 yang hanya ditemukan sekitar lima ekor gajah mati.

“Dibandingkan tahun 2012 dengan 2011, terjadi kenaikan jumlah kematian gajah sekitar 10 ekor," ujar Ratno.

Ia mengatakan, biasanya gajah dibunuh dengan cara diracun untuk diambil gading atau dibunuh karena dianggap hama yang merusak perkebunan khususnya kelapa sawit.  

Pada 2012, bangkai gajah ditemukan di sejumlah daerah di Aceh, sebut saja Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie, Aceh Jaya, dan Aceh Selatan. Ratno menambahkan, sebagian besar gading gajah dari Aceh, biasanya dijual ke Medan, Sumatra Utara, dengan harga yang sangat tinggi. Kemudian dari Sumut, gading gajah dibawa ke luar negeri melalui pelabuhan-pelabuhan kecil.

Ratno juga mengatakan, sejak 2003 hingga 2013, belum pernah terdengar adanya proses hukum terhadap penangkap, pemburu, dan pemelihara, atau penjual satwa yang dilindungi di Aceh. 

Sumber : Sinar Harapan

Minggu, 02 Desember 2012

Oh My God

Kekerasan terhadap kaum wanita masih saja sering terjadi salah satunya adalah pemerkosaan, dan inilah peristiwa terburuk pemerkosaan di tahun lalu (2009) dimana kaum wanita menjadi pemerkosaan massal dalam sepanjang tahun tersebut yang salah satunya terjadi akibat konflik antar faksi yang bertikai di Kongo, Benua Afrika

Lebih dari 8.000 perempuan di Republik Demokratik Kongo (DRC) mengalami pemerkosaan sepanjang tahun 2009, yang ditengarai dilakukan oleh faksi-faksi yang berperang, baik tentara pemberontak maupun tentara pemerintah.
Menurut laporan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Dana Populasi (UNFPA), Senin (8/2/2010), tentara pemberontak suku Hutu (FDLR) diyakini sebagai pihak yang paling banyak melakukan pemerkosaan. “(Namun) anggota-anggota tentara nasional (FARDC) juga melakukan kekerasan seksual di Provinsi Kivu Utara dan Selatan,” ungkap UNFPA.
Badan-badan kemanusiaan memang memuji upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah DRC untuk mengakhiri praktik pemerkosaan oleh tentaranya. Namun, UNFPA melihat Pemerintah Kongo masih perlu berbuat banyak dalam memastikan jangan sampai mereka yang bersalah lolos dari hukuman. Republik Demokratik Kongo (DRC)—untuk membedakan dengan negara tetangganya, Republik Kongo—merupakan negara yang telah bertahun-tahun dilanda perang saudara.
Dalam lima tahun terakhir, konflik yang terus bergejolak di negara bekas jajahan Belgia itu melibatkan tentara Pemerintah DRC—yang didukung Zimbabwe, Angola, dan Namibia—dengan milisi pemberontak—yang didukung Rwanda dan Uganda.
Kendati kesepakatan damai dan pembentukan sebuah pemerintahan transisi telah ditandatangani pada tahun 2003, pertikaian terus berlangsung, terutama di wilayah bagian timur. Di wilayah itu pemerkosaan dan kekerasan seksual lainnya terhadap perempuan kerap terjadi dan disebut-sebut merupakan yang terburuk di dunia. Konflik berdarah selama lima tahun terakhir dilaporkan telah menewaskan jutaan warga, termasuk mereka yang terkena dampak perang sehingga mengalami kelaparan dan didera berbagai penyakit.
Melalui mandat Dewan Keamanan tahun 1999, PBB mengirimkan pasukan penjaga perdamaian untuk memantau pelaksanaan perjanjian Lusaka tahun 1999, yakni kesepakatan gencatan senjata antara DRC dan kelima negara di kawasan Afrika tengah, yakni Zimbabwe, Angola, dan Namibia. Pasukan penjaga perdamaian PBB di DRC (MONUC) saat ini berkekuatan sekitar 5.500 tentara dan 500 pemantau militer dari puluhan negara, termasuk Indonesia.
Sumber: Kompas
Sungguh memilukan, perjalanan hidup umat manusia di belahan bumi lain yang kita saksikan di media-media ini, kapankan perdamaian dan kasih sayang antar umat manusia di dunia ini bisa terwujud? Apa yang telah kita lakukan pada lingkungan kita untuk menebar kedamaian dan kasih sayang?
http://ruanghati.com/2010/02/09/inilah-peristiwa-pemerkosaan-terburuk-di-dunia/

Rabu, 17 Agustus 2011

mayi complain??

may I complain? Though you have been bless with a pair of strong arms to change the world. It worth your gripe? Though you have been awarded the intelligence that allows you to fix everything.

Do you intend to squander it all? then get rid of the burden and responsibilities? Do not force that on yourself, because you fell lamented. Let your heart Be strong. Enforce the shoulder. Don't let the spirit is lost simply because you don't know the answer to your problem.

Don't let fatigue thrust your advantage. Take a deep breath. Get hold of all the universe that exists in your mind. Then again found a glimmer of light behind the clouds. And start taking a new step.

Senin, 01 Agustus 2011

Perempuan-Perempuan Laut di Pulau Cheju

Perempuan-Perempuan Laut di Pulau Cheju

Berbekal baju selam karet hitam, goggle (kacamata) selam, keranjang di bahu dan sebuah sekop mini di pergelangan tangan, mereka menyelam ke dasar laut. Tanpa alat bantu pernapasan kecuali kemampuan paru-paru yang bisa bertahan selama dua menit lebih. Perempuan-perempuan itu "bertarung" dengan waktu untuk menjemput abalone di kedalaman belasan meter.


Merekalah perempuan-perempuan perkasa yang legendaris dari Pulau Cheju, Korea Selatan. Penyelam-penyelam alam yang andal. Secara turun-temurun, perempuan-perempuan Pulau Cheju dan Udo, ditempa kerasnya alam menjadi penyelam paling terampil di dunia.


Rekor Selam!
Selama empat jam dalam satu hari, mereka menyelami dasar laut berkarang. Antara ke dalaman 12-20 meter, mereka bergerak sigap mencari aneka hasil laut bernilai mahal. Rata-rata selama 2 menit mereka menahan napas di kedalaman untuk mengumpulkan satu jenis hasil laut saja. Begitu pun ada juga yang mampu bertahan sampai 3 menit 38 detik, sebuah rekor dunia!

Perempuan-perempuan laut ini memang unik. Dalam penyelaman, mereka bergerak dalam kelompok-kelompok 3-4 orang di satu titik lokasi. Gerakan tiap kelompok seirama, seindah tarian pertunjukan senam air beregu pada olimpiade. Seandainya mereka dilatih dan diikutsertakan dalam kejuaraan selam dunia, mereka pasti bisa mencatat prestasi selam yang luar biasa!


Berburu Abalone
Umumnya mereka "memanen" aneka jenis biota laut seperti landak laut, timun laut, ubur-ubur spesial dan gurita. Namun dari seluruh jenis yang dikumpulkan dalam keranjang yang terikat di bahu mereka, abalone adalah yang paling bernilai. Sejenis siput laut bercangkang keras ini merupakan seafood yang bernilai sangat mahal.

Adalah suatu keberuntungan jika mereka bisa membawa beberapa ekor abalone dalam satu hari penyelaman. Karena abalone adalah makanan laut langka yang sangat bernilai, melebihi lobster bahkan kaviar!


Untuk mendapatkan abalone, mereka rela mengambil risiko yang paling berbahaya. Bukan main-main, abalone termasuk hewan laut berbahaya. Salah pegang, kedua cangkangnya bisa menutup dengan cepat dan menjepit tangan. Jika terjepit cangkang abalone, alamat cacat seumur hidup atau kematian. Tercatat, rata-rata satu perempuan laut Pulau Cheju tewas terjepit abalone. Sebuah harga yang dibayar teramat mahal.


Kaya dan Terhormat
Walau terlihat seperti pekerja kasar, jangan pandang remeh perempuan-perempuan laut ini. Di Korea Selatan, penyelam-penyelam perempuan ini adalah orang-orang yang terkaya dan terhormat.

Mereka melakukan penyelaman hanya pada waktu-waktu atau musim tertentu saja. Jika tidak sedang menyelam, mereka akan mengurus bisnis atau beristirahat di villa atau rumah mewah mereka. Rata-rata perempuan laut Cheju memang bermukim di tepi laut. Namun mereka juga memiliki rumah mewah di kota, bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai tamat perguruan tinggi.


Bahkan tak jarang yang memiliki usaha restoran atau penginapan di daerah wisata Pulau Cheju.

Mengapa mereka menyelam? Ini adalah sebuah tradisi. Di masa lalu, Korea menganut sebuah tradisi kuno yang sangat mengagungkan derajat lelaki. Begitu terhormatnya posisi kaum lelaki, sehingga penguasa Korea di masa lalu menetapkan pajak yang tinggi pada kaum lelaki yang bekerja. Namun karena pajak yang tinggi itu, walaupun penghasilan (gaji/upah) tinggi, hasil yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga menjadi minim.

Sementara perempuan dipandang lebih rendah derajatnya, sehingga pajak untuk wanita bekerja juga dipatok rendah. Akibatnya, walau gaji rendah, perempuan ternyata bisa menghasilkan uang yang lebih banyak daripada lelaki.


Menyiasati hal ini, perempuan-perempuan di Pulau Cheju dan sekitarnya mengambil peluang. Mereka menggantikan posisi suaminya dan bekerja untuk mencari nafkah keluarga. Hidup di tepi laut berarti menggali hasil laut. Maka, perempuan-perempuan ini pun mulai menyelam ke dasar laut sebagai pencari uang tambahan bagi lelaki yang hidup sebagai nelayan. Ternyata hasil yang diperoleh perempuan tersebut jauh melebihi hasil kaum lelaki.


Sejak itu, perempuan-perempuan Pulau Cheju pun alih profesi menjadi penyelam sebagai tulang punggung ekonomi keluarga. Sementara lelaki memilih untuk mengambil alih pekerjaan wanita mengurus rumah tangga, mulai dari memasak, mencuci dan mengurus anak. Dari sini lah tradisi menyelam bagi perempuan-perempuan Cheju menggeser nilai lama.


Sejak abad ke-19, kebiasaan perempuan-perempuan laut ini pun diwariskan dari generasi ke generasi. Dan kini, perempuan-perempuan Cheju pun mendapat tempat terhormat sebagai "kepala keluarga". (berbagai sumber)*


Antara Tradisi dan Ekonomi
Perempuan-perempuan laut kini menjadi ikon wisata Pulau Cheju dan sekitarnya. Dikenal dengan sebutan "Haenyo". Aktivitas selam mereka terkadang menjadi atraksi menarik bagi sejumlah turis di wilayah tersebut.

Melakoni nafkah sebagai penyelam hasil laut, mereka tidak menggunakan alat selam standar, kecuali baju karet, goggle selam dan sebuah sekop mini dan keranjang. Ini sesuai dengan peraturan ketat pemerintah Korea Selatan.


Penggunaan alat selam modern tidak diperkenankan untuk mencari nafkah hasil laut, dan

penggunaan alat selam modern hanya diizinkan untuk olahraga dan wisata saja. Seandainya tetap ingin menyelam untuk nafkah, maka yang diizinkan hanya membawa sebuah keranjang, sebuah sekop kecil dan kacamata selam. Itu pun dengan izin pula! Karena itulah, perempuan-perempuan laut ini sama sekali tidak menggunakan alat bantu pernapasan sama sekali dalam menyelam.

Begitu pun, tradisi selam menyelam ini agaknya hanya dilakoni oleh perempuan-perempuan lanjut usia. Berdasarkan data tahun 2003, tercatat 5.650 perempuan penyelam di Cheju. Dari angka itu, 85 persen di antaranya berusia di atas 50 tahun dan hanya 2 orang yang di bawah usia 30 tahun!

"Setiap kali saya menyelam," Yang Jung Sun, perempuan laut usia 75. "Saya merasa pergi ke sisi lain dunia. Jika melihat sesuatu yang bisa dijual di bawah sana, saya akan memaksakan diri mengambilnya."

Yang Jung Sun yang sudah puluhan tahun menyelam mengaku tetap saja dibayangi kematian dalam setiap kali penyelaman. "Ketika selesai menyelam dalam dua menit lebih, paru-paru saya serasa akan meledak. Pandangan terlihat gelap, dan saya merasa akan mati. Itu terjadi setiap saat saya menyelam."


Menurutnya, walaupun ia sudah berkali-kali merasa seperti itu dan mengingatkan dirinya untuk tidak menyelam lagi, tetapi Yang Jung Sun tetap saja kembali menyelam dan menyelam. "Aku selalu kembali menyelam!" katanya dengan senyum.


Sejak era 70-an, tangkapan segar dari perempuan-perempuan laut ini mendapat pasar tetap terutama bagi ekspor ke Jepang. Harga makanan laut itu pun semakin melejit naik. Uang pun mengalir ke kantong perempuan-perempuan perkasa Cheju. Memungkinkan mereka untuk meningkatkan taraf hidup, membangun rumah baru, menyekolahkan anak-anak mereka, bahkan menabung untuk masa depan.


Peningkatan taraf hidup juga terjadi pada Yang Hoa Shu, 67 tahun. Penyelam perempuan yang andal ini mengaku sejak usia delapan tahun sudah mulai menyelam. Ia memiliki penghasilan mencapai 30 ribu dolar AS (setara 270 juta rupiah lebih) setahun.


Ia menetapkan hanya 10 hari sebulan untuk menyelam dan selebihnya mengurus bisnis lain. Seperti sebagian perempuan laut lainnya, Yang Hoa Shu memang memiliki restoran dan penginapan bagi turis di resor wisata Pulau Cheju.


Kesuksesan yang diraihnya selama satu atau dua dekade ini, membuka peluang bagi anaknya untuk meneruskan usaha wisata keluarga, atau melanjutkan karier di kota besar. Hal ini mungkin akan menggeser tradisi selam bagi perempuan laut Cheju di masa yang akan datang. Karena tingkat ekonomi mereka semakin memadai dari hari ke hari, bukan tidak mungkin suatu saat nanti pekerjaan menyelam itu akan ditinggalkan dan terlupakan oleh keturunan mereka kelak. (berbagai sumber)*


Cheju Do, Keindahan di Selatan Korea
Cheju Do (Pulau Cheju) adalah sebuah pulau vulkanik di ujung selatan Korea Selatan. Pulau ini terbentuk akibat letusan gunung berapi kira-kira 2 juta tahun lalu. Jejak lava dan aktivitas gunung api di masa lampau membentuknya menjadi pulau berkarang dengan panorama yang mampu membius mata.

Pulau Cheju adalah sebuah tempat yang sarat mitologi dan legenda. Di sekeliling pulau bersuhu sub-tropis dengan empat musim itu, terdapat patung batu yang menjadi simbol kekuatan kuno tertentu (mungkin semacam dewa kesuburan). Cheju juga dipenuhi banyak gua yang berkaitan dengan kisah Dewa Ko, Pu dan Yang dalam mitologi Korea.


Pulau itu memiliki keindahan alam yang sangat memukau. Di tengahnya terdapat sebuah gunung tertinggi di Korea, yakni Mount Halla (1.950 meter di atas permukaan laut). Dari puncaknya kita bisa menatap seluruh pulau yang hanya seluas 1.845 km persegi itu.


Di sekitar lereng Gunung Halla, ditumbuhi berbagai flora khas wilayah sub-tropis, yang memungkinkan kekayaan botani sampai 1.800 spesies yang tetap terlihat di musim semi, gugur, dingin dan panas.


Di kaki gunung ini aura kehidupan peternakan terlihat kental. Dengan padan grumput penggembalaan ternak yang terhampar mencapai batas perairan. Lalu keindahan matahari terbenam yang menyiram pantai dan memberi warna eksotis pada patung-patung batu dan panorama alam.


Di lepas pantai, bisa disaksikan kegiatan perempuan-perempuan laut yang mencari nafkah. Dalam "tarian selam" mereka yang memukau. Sebuah tradisi turun temurun bagi kaum perempuan Cheju.

Beda dengan pulau-pulau lain, di Cheju yang hanya tiga kali lebih besar dari Singapura ini, semua penduduk makmur. Dihuni sekitar 520 ribu penduduk, di sini tidak ada pengemis dan kejahatan. Semua terlihat aman, damai dan syahdu. Penduduknya ramah dan sajian masakan lautnya menggelitik selera.

Pantai berkarang menjadi satu daya tarik yang lain. Wisata memang menjadi penghasilan utama pulau ini. Dan saat terbaik untuk mengunjungi Cheju adalah di saat musim semi (Maret-Mei) dan musim gugur (September-November), manakala keragaman floranya sangatlah memukau.


Jangan lewatkan mengunjungi Dragon Head Rock (Yongduam) yang terkenal, menakap puncak Gunung Halla dan Sanbang serta menilik Natural History Folk Museum… di samping menyaksikan ikon wisata Cheju, yaitu perempuan-perempuan laut!

ketika semua terjadi tanpa disadari

Sebaiknya pesan ini ditempelkan
di cermin kamar mandimu supaya dibaca tiap pagi.
Mungkin kau tak menyadarinya, tapi ini 100% benar adanya.
1. Paling tidak ada 2 orang di dunia ini
yang dirimu bersedia mati untuk mereka.
2. Paling tidak ada 15 orang di dunia ini
yang mencintaimu dengan cara mereka masing-masing.
3. Satu2nya alasan kenapa seseorang benci padamu adalah
karena dia sangat ingin sepertimu.
4. Senyuman darimu dapat membawa kegembiraan kepada orang lain,
walaupun mereka tidak suka padamu.
5. Setiap malam,
SESEORANG memikirkanmu
sebelum dia pergi tidur.
6. Kau adalah dunianya seseorang.
7. Kau istimewa dan unik bagi seseorang.
8. Seseorang yang bahkan tidak kau sadari hadir di dunia ini,
mencintaimu.
9. Ketika kau melakukan kesalahan besar,
ingatlah ada sesuatu pelajaran baik dari kesalahan itu.
10. Ketika kau berpikir bahwa seluruh dunia meninggalkanmu
cobalah pandang ke arah lain.
11. Cobalah ingat semua pujian yang kau terima.
Tapi lupakan hinaan.
Jadi…….
Jika engkau teman yang mencintai,
Kirimkan ini ke teman-temanmu,
Termasuk ke temanmu yg mengirimkan padamu.
Kalau engkau menerimanya kembali, berarti temanmu sayang padamu.
Teman-teman baik selalu seperti bintang,
Kau tak selalu bisa dekat dengannya,
Tapi kau tahu mereka selalu disana untukmu.
“Ketika Tuhan menutup salah satu pintuNya
Dia selalu membuka pintu pintu lainnya,
Walaupun terkadang perjalanan kesana seperti neraka”
Lebih baik saya menerima sekuntum bunga dan kata-kata manis
dari seorang teman pada saat saya masih disini,
daripada 1 truk bunga ketika saya sudah pergi.
Happiness keeps You Sweet,
Trials keep You Strong,
Sorrows keep You Human,
Failures keeps You Humble,
Success keeps You Glowing

Kamis, 10 Maret 2011

mari kita menjadi back packers

Kopi Jos mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang. Tapi coba tanyakan kepada penikmat malam di Yogyakarta. Sebagian besar dari mereka pasti tau apa itu kopi jos.

Kopi jos mendapat namanya dari suara jos yang ditimbulkan arang membara yang dimasukkan ke dalam kopi panas. Bagaimana rasanya? Coba saja maka anda akan tahu.

Kopi jos Angkringan Lik Man terletak tepat di sebelah utara Stasiun Tugu Yogyakarta. Jika ingin mampir ke sana, bersiaplah untuk antri terutama pada saat jam makan malam.

Pengunjungnya sebagian besar adalah anak muda. Tidak sedikit yang berasal dari kota lain. Selain karena letaknya dekat dengan stasiun tugu, keberadaan angkringan ini sering menjadi bahan liputan TV dan surat kabar.

mari kita menjadi back packers

BARANGKALI banyak diantara Anda yang pernah membaca novel karya Andrea Hirata yang berjudul Edensor. Ya, di sana diceritakan bahwa Ikal, bersama Arai bertaruh dengan teman-teman kampusnya untuk menghabiskan libur musim dinginnya dengan mengelilingi Eropa. Siapa yang dapat singgah di negara yang lebih banyak, maka dialah yang memenangkan taruhan. Sepintas, akan terbersit pertanyaan, bagaimana bisa seorang mahasiswa asal Indonesia yang belajar di Prancis dapat menjamah banyak daerah di Eropa dengan bujet yang rendah? Yang akhirnya memenangkan taruhan itu.

Dan nyatanya, sudah banyak orang yang telah membuktikannya. Anda tidak perlu menjadi seorang Milyuner kaya raya untuk dapat menjelajahi tempat-tempat yang asing bagi hidup Anda sebelumnya. Meskipun bukan berarti sama sekali tidak membutuhkan uang, tapi banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk menghemat pengeluaran dalam perjalanan Anda.

Ya, menjadi Backpacker, itulah cara yang bisa Anda lakukan untuk dapat berkeliling dunia tanpa menguras kocek terlalu dalam. Backpacker, yang sering juga disebut sebagai "turis miskin" mulai menjadi pilihan bagi banyak pelancong yang "tidak terlalu kaya", namun memiliki hasrat untuk bepergian yang tinggi.

Backpacking adalah istilah yang digunakan untuk perjalanan Internasional yang dilakukan secara independen dan dengan baiaya yang murah. Istilah-istilah seperti perjalanan independen dan atau perjalanan anggaran sering digunakan bergantian dengan backpacking. Ciri-ciri yang sangat menonjol dari seorang backpacker, yaitu menggunakan transportasi umum sebagai sarana perjalanan, pemilihan hotel melati, panjang perjalanan liburan yang tidak singkat, penggunaan ransel, tingginya intensitas kontak dengan penduduk lokal alih-alih menikmati pemandangan setempat.

Jika Anda tertarik untuk mengunjungi banyak tempat di dunia, tidak ada salahnya untuk menjadi seorang backpacker.Apa saja yang harus Anda persiapkan sebelum ber-backpacking yakni :

Read more: http://www.dhaniels.com/2011/02/cara-mengelilingi-dunia-ala-backpacker.html#ixzz1G82Vj1Gy


Pertimbangkan waktu yang paling tepat untuk memulai perjalanan. Pelajari benar, kondisi medan yang akan Anda kunjungi, termasuk bagaimana kondisi cuaca dan iklim di tempat tujuan Anda. Sebagai contoh, jika Anda ingin mengunjungi Eropa jangan sesekali mencoba untuk melancong waktu musim dingin. Salah seorang backpacker dalam blognya menulis, "Bagi saya, seluruh 365 hari dalam setahun akan menjadi waktu yang baik untuk berkunjung ke Eropa. Namun bagi Anda yang alergi pada cuaca dingin, sebaiknya Anda datang pada bulan Mei-September dimana musim yang sedang berlangsung adalah Musim Semi dan musim panas." Perhatikan pula kebiasaan pelancong lain yang mengunjungi Eropa pada high season seperti Juli-Agustus dan Desember-Februari karena pada bulan-bulan tersebut Eropa sedang padat pengunjung yang sedang mengisi liburan musim panas dan tahun baru. Pada bulan-bulan ini, anda tidak akan bisa menghemat.

Utamakan bawa keperluan yang penting. Seperti surat-surat penting (Paspor, Visa, kartu ATM), keperluan pribadi (peralatan mandi, pakaian, jaket, hingga body lotion) termasuk peta, kamera, dan alat komunikasi serta uang secukupnya.

Jelilah memilih maskapai penerbangan. Banyak sekali maskapai penerbangan yang menawarkan pelayanan penerbangan ke Luar Negeri. Namun yang perlu anda perhatikan adalah pilihlah Maskapai yang menawarkan layanan paling murah. Tentu saja ini penting, karena Anda tidak sedang berwisata dengan bujet yang tinggi. Namun tentu saja tanpa mengesampingkan kualitas.

Berhematlah. Meskipun tetap membutuhkan uang, namun banyak sekali pos-pos yang bisa Anda optimalkan untuk menekan pengeluaran Anda selama berada di tempat tujuan. Selain bepergian pada Low Season dan membeli tiket pesawat termurah, Anda juga dapat menghemat output uang Anda dengan banyak cara. Jangan takut menawar, bergabung dengan banyak backpacker lain yang Anda temui, atau cobalah untuk mencari Couchsurfing dimana Anda bisa menemukan host untuk Anda mintai bantuan tempat tinggal. Selain gratis, Anda juga bisa menemukan sahabat atau mungkin keluarga baru di sana dan jangan lupa untuk tetap bertingkah laku baik dan membawakan sedikit kenang-kenangan untuk si tuan rumah.

The Hope

Take a break for a while from wrong life

Skip Away . . .

God Never bring me this so far just to leave me alone