- Belilah Dry Cabinet atau Dry Box Khusus, dry cabinet adalah lemari khusus yang dirancang untuk menyimpan barang-barang elektronis sepperti foto diatas. Anda bisa membelinya di toko kamera atau toko alat rumah tangga yang besar. Tergantung spesifikasi, kita bisa menyetel angka kelembapan dalam ruang penyimpanan sesuai yang diinginkan. Harga dry cabinet termurah adalah sekitar Rp. 1 Juta.
- Silica Gel dan Kotak Kedap Udara, Untuk alternatif murah anda bisa menggunakan kotak kedap udara yang biasa dipakai untuk menyimpan dan menaruh beberapa saset (kantong) silica gel. Anda juga bisa membeli silica gel khusus yang dilengkapi indikator warna untuk mengetahui kandungan air dalam gel seperti dalam foto dibawah. Saat silica gel didalam kotak sudah jenuh dengan air, anda bisa mencolokkannya ke listrik untuk mengeringkan kembali. Harga kotak silica gel ini dibawah Rp 200 ribu.
- Saya sarankan tidak membeli kotak penyimpanan kamera yang dilengkapi elemen pemanas, resiko elemen menjadi terlalu panas cukup besar. Saat pemanas menjadi terlalu panas, sensor didalam kamera bisa terkena getahnya
Senin, 05 Oktober 2015
TIPS MENYIMPAN KAMERA
Selasa, 13 Mei 2014
Rabu, 30 April 2014
Love for queen of my heart
Apa yang akan kamu lakukan jika kamu ingin bertemu orang tercinta, sedangkan kamu ga taw dimana dia berada didunia ini?
Rabu, 05 Maret 2014
Kepentingan
Kau kerjakanlah yang menurutmu 'PENTING'. Kelangsungan hidup
masyarakat, kemajuan Indonesia, kesejahteraan orang-orang
disekitar, masa depan Bangsa, dan mengenai siapa yang patut
memimpinnya. Yang tidak kau berikan FOKUS dan PRIORITAS, biar
kubantu singkirkan.
Aku, misalnya..
Kamis, 16 Januari 2014
Catatan pagi berandalan kampung
Nongkrong pagi hari di Lembah UGM Jogjakarta dengan maksud modus tebar pesona ternyata yang ngedipin mata kok malah yang kumisan ya????????????
Well, this is it menu pagi ini. Bubur ayam dan Es doger yang katanya khas dari tanah Sunda gituh.. ^_^
Rabu, 15 Januari 2014
Story from alibi
Alibiku menyatakan bahwa aku mencintaimu..
Tapi hatiku mempunyai alibi ada rasa sakit tertanam disana
Alibiku menyatakan merindukanmu.. Tapi rinduku mempunyai alibi tersentak dalam kepahitan
Alibiku menyatakan ingin kamu selalu ada... Tapi waktu selalu mempunyai alibi untuk menolakku
Alibiku menyatakan ada kamu dihatiku... tapi alibi dihatimu bertanya apakah ada aku disana?
Senin, 09 Desember 2013
Tattoo and Lifestyle
Pada era 90-an hingga awal tahun 2000, selama 1 dekade, di Amerika, Australia, Eropa dan Jepang , tattoo menjadi bagian dari sub-culture dari popular art. Tatto menjadi bagian dari gaya hidup barat dari usia remaja hingga dewasa. Bahkan, produsen boneka besar seperti Mattel menyematkan tattoo pada boneka barbie-nya.
Di Jepang, baru-baru ini muncul pelarangan terhadap tattoo bagi pekerja-pekerja di Osaka. Peraturan ini dikeluarkan pada 6 juni 2012 oleh Osaka’s Ethical Code karena tattoo dinilai sangat identik dengan Yakuza (organisasi kriminal di Jepang). Bagi pekerja-pekerja yang mempunyai tattoo, diharuskan menutupi atau menghapusnya. Peraturan ini diumumkan oleh Walikota Osaka Toru Hashimoto dan langsung diadakan inspeksi teradap pejabat-pejabat pemerintah yang memiliki tattoo ditubuhnya dan diinstruksikan untuk menghapusnya.
Isobel Varley
Jumat, 26 Juli 2013
this what i call a holiday
(^_^)9
Gajah Sumatera ditemukan mati tanpa gading
Ketua Ranger Conservation Response Unit (CRU) Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Mukhtar, menyebutkan bahwa gajah jantan tersebut mati sekitar tiga hari silam.
“Gajah tersebut mati bukan diracun, tapi terkena perangkap besi yang sangat tajam sehingga leher gajah terputus. Saat kami temukan, masih terlihat ceceran darah di sekitar bangkai gajah,” ujar Mukhtar.
Ia mengakui, tim dari CRU Sampoiniet yang terdiri dari Ranger, Mahot (perawat gajah), dan Polisi Hutan Kabupaten Aceh Jaya menemukan bangkai gajah jantan tersebut saat sedang melakukan patrol rutin.
“Saat sedang berpatroli, warga melaporkan ada gajah mati di kebun yang sudah tidak dimanfaatkan warga. Saat kami temukan, gading gajah tersebut sudah tidak ada,” ujar mantan penebang kayu ilegal tersebut.
Mukhtar menyebutkan, sebelumnya memang ditemukan gajah mati di pinggiran hutan Kecamatan Sampoiniet.
“Namun kali ini, seperti sengaja dipasang perangkap untuk diambil gadingnya, terlebih gajah yang mati tersebut sudah sangat tua dan memiliki gading yang panjang,” kata Mukhtar.
Mukhtar menambahkan, gajah jantan yang diberi nama Geng (pemberani) tersebut memang sering berada di pinggiran hutan Kecamatan Sampoiniet, namun keberadaan gajah tersebut tidak merusak seperti kawanan gajah yang lain.
“Gajah itu memang selalu berada di sekitar kebun penduduk, malah ketika kami usir dia tidak mau lari. Tapi dia tidak merusak, hanya berjalan di sekitar perkebunan warga,” kata Mukhtar.
Ia juga menyebutkan, selain sering berada di sekitar perkebunan warga, gajah itu juga beberapa kali masuk ke pekarangan CRU Sampoiniet, Aceh Jaya, namun lagi-lagi tidak mengganggu Ranger atau Mahot yang menginap di posko.
“Malah, gajah jantan itu pernah kawin dengan gajah jinak yang berada di CRU dan sekarang gajah betina itu telah melahirkan anak berumur sepuluh bulan,” Mukhtar menambahkan.
Proses Hukum Lemah
Mukhtar berharap aparat penegak hukum, khususnya polisi dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) segera menyelidiki kasus kematian gajah jantan tersebut sehingga ke depan tidak lagi terulang kasus yang sama.
“Kami warga Kecamatan Sampoiniet, tidak mau ke depan anak cucu kami tidak lagi mengenal gajah karena telah musnah,” ungkap Mukhtar.
Sebelumnya, aktivis lingkungan di Aceh, Ratno Sagita menyebutkan, meskipun sebagian besar satwa liar telah dimasukkan dalam kategori dilindungi, namun lemahnya penegakan hukum belum bisa memberikan rasa aman bagi berbagai jenis satwa liar tersebut. Hingga kini, satwa liar masih terus ditangkap untuk berbagai kepentingan oleh banyak pihak.
Ratno menyebutkan, setiap tahun, pembunuhan gajah masih terus terjadi. Satwa bertubuh besar tersebut tidak hanya diburu untuk diambil gadingnya lalu di jual di pasar gelap, tapi juga dibunuh karena dinilai kerap mengganggu perkebunan, khususnya kelapa sawit.
“Data yang berhasil dikumpulkan, pada 2012, sekitar 15 bangkai gajah sumatra ditemukan di sejumlah provinsi. Gajah tersebut diperkirakan kemungkinan besar dibunuh," kata dia.
Jumlah tersebut, ujar Ratno, jauh lebih tinggi daripada 2011 yang hanya ditemukan sekitar lima ekor gajah mati.
“Dibandingkan tahun 2012 dengan 2011, terjadi kenaikan jumlah kematian gajah sekitar 10 ekor," ujar Ratno.
Ia mengatakan, biasanya gajah dibunuh dengan cara diracun untuk diambil gading atau dibunuh karena dianggap hama yang merusak perkebunan khususnya kelapa sawit.
Pada 2012, bangkai gajah ditemukan di sejumlah daerah di Aceh, sebut saja Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie, Aceh Jaya, dan Aceh Selatan. Ratno menambahkan, sebagian besar gading gajah dari Aceh, biasanya dijual ke Medan, Sumatra Utara, dengan harga yang sangat tinggi. Kemudian dari Sumut, gading gajah dibawa ke luar negeri melalui pelabuhan-pelabuhan kecil.
Ratno juga mengatakan, sejak 2003 hingga 2013, belum pernah terdengar adanya proses hukum terhadap penangkap, pemburu, dan pemelihara, atau penjual satwa yang dilindungi di Aceh.





