Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Oktober 2015

TIPS MENYIMPAN KAMERA



Beberapa Cara Penyimpanan Terbaik



Berikut beberapa cara penyimpanan yang bisa anda lakukan untuk menjaga kondisi lensa dan kamera agar tetap optimal dan prima ;




  • Belilah Dry Cabinet atau Dry Box Khusus, dry cabinet adalah lemari khusus yang dirancang untuk menyimpan barang-barang elektronis sepperti foto diatas. Anda bisa membelinya di toko kamera atau toko alat rumah tangga yang besar. Tergantung spesifikasi, kita bisa menyetel angka kelembapan dalam ruang penyimpanan sesuai yang diinginkan. Harga dry cabinet termurah adalah sekitar Rp. 1 Juta.
  • Silica Gel dan Kotak Kedap Udara, Untuk alternatif murah anda bisa menggunakan kotak kedap udara yang biasa dipakai untuk menyimpan dan menaruh beberapa saset (kantong) silica gel. Anda juga bisa membeli silica gel khusus yang dilengkapi indikator warna untuk mengetahui kandungan air dalam gel seperti dalam foto dibawah. Saat silica gel didalam kotak sudah jenuh dengan air, anda bisa mencolokkannya ke listrik untuk mengeringkan kembali. Harga kotak silica gel ini dibawah Rp 200 ribu.
  • Saya sarankan tidak membeli kotak penyimpanan kamera yang dilengkapi elemen pemanas, resiko elemen menjadi terlalu panas cukup besar. Saat pemanas menjadi terlalu panas, sensor didalam kamera bisa terkena getahnya

Rabu, 05 Maret 2014

Kepentingan

Kau kerjakanlah yang menurutmu 'PENTING'. Kelangsungan hidup
masyarakat, kemajuan Indonesia, kesejahteraan orang-orang
disekitar, masa depan Bangsa, dan mengenai siapa yang patut
memimpinnya. Yang tidak kau berikan FOKUS dan PRIORITAS, biar
kubantu singkirkan.
Aku, misalnya..

Kamis, 16 Januari 2014

Catatan pagi berandalan kampung

Nongkrong pagi hari di Lembah UGM Jogjakarta dengan maksud modus tebar pesona ternyata yang ngedipin mata kok malah yang kumisan ya????????????

Well, this is it menu pagi ini. Bubur ayam dan Es doger yang katanya khas dari tanah Sunda gituh.. ^_^

Rabu, 15 Januari 2014

Story from alibi

Alibiku menyatakan bahwa aku mencintaimu..
Tapi hatiku mempunyai alibi ada rasa sakit tertanam disana

Alibiku menyatakan merindukanmu.. Tapi rinduku mempunyai alibi tersentak dalam kepahitan

Alibiku menyatakan ingin kamu selalu ada... Tapi waktu selalu mempunyai alibi untuk menolakku

Alibiku menyatakan ada kamu dihatiku... tapi alibi dihatimu bertanya apakah ada aku disana?

Senin, 09 Desember 2013

Tattoo and Lifestyle

TATTOO SEBAGAI SUB-CULTURE POP ART ADALAH MERUPAKAN BENTUK EKSPRESI DAN TIDAK LAGI MEMILIKI NILAI TINGGI TERHADAP PEMILIK TATTOO. PERGESERAN INI TENTUNYA DISEBABKAN JUGA OLEH MODERNITAS DARI SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT YANG TERUS BERKEMBANG SEHINGGA TATTOO TIDAK LAGI MENJADI SIMBOL-SIMBOL PRAGMATIS.
e7f9a05012a2472bbe52b0d9cc7e87a6
Pada era 90-an hingga awal tahun 2000, selama 1 dekade, di Amerika, Australia, Eropa dan Jepang , tattoo menjadi bagian dari sub-culture dari popular art. Tatto menjadi bagian dari gaya hidup barat dari usia remaja hingga dewasa. Bahkan, produsen boneka besar seperti Mattel menyematkan tattoo pada boneka barbie-nya.
Di Amerika, terdapat 7 kota sebagai komunitas tattoo terbesar yaitu San Fransisco, Austin, Portland, Flint, Richmond, Las Vegas dan Miami. Ke-7 kota tersebut adalah tempat tujuan utama penggemar tattoo dari seluruh dunia.
Jika pada awal munculnya tattoo adalah ditujukan untuk hal-hal religius, magic dan juga sebagai simbol kehormatan dan derajat hidup, maka pada zaman sekarang tattoo digunakan sebagai ekspresi, eksistensi dan seni. Nilai-nilai yang diangkat adalah nilai artistik-nya Bagi para pemakai tattoo, tattoo menjadi bagian yang penting dalam mengaktualisasi diri. Tattoo menjadi suatu trend, lifstyle dan mungkin juga gengsi. Semua dikembalikan dari apa tujuan men-tattoo.
Fakta baru tentang Tattoo
Di Jepang, baru-baru ini muncul pelarangan terhadap tattoo bagi pekerja-pekerja di Osaka. Peraturan ini dikeluarkan pada 6 juni 2012 oleh Osaka’s Ethical Code karena tattoo dinilai sangat identik dengan Yakuza (organisasi kriminal di Jepang). Bagi pekerja-pekerja yang mempunyai tattoo, diharuskan menutupi atau menghapusnya. Peraturan ini diumumkan oleh Walikota Osaka Toru Hashimoto dan langsung diadakan inspeksi teradap pejabat-pejabat pemerintah yang memiliki tattoo ditubuhnya dan diinstruksikan untuk menghapusnya.

Di Jepang, pelarangan tattoo muncul dari pemerintah, sementara fakta menarik dari Amerika justru sebaliknya, kesadaran untuk menghapus tattoo ini muncul dari ruang lingkup masyarakat itu sendiri. Pemicunya lebih pada karena alasan edukasi, yaitu ketika mereka men-tattoo tubuhnya pada usia 18-24 tahun belum memikirkan bagaimana jika anak-anak mereka nanti melihat tattoo mereka? apa pandangan sang anak terhadap orang tua-nya yang ber-tattoo?

Selain alasan di atas, beberapa sumber dari Tattoo Removal Clinnic di Washington mengatakan, bahwa pasien-pasien yang datang dan ingin dihapus tattoo-nya memiliki alasan karir. Tattoo yang mereka buat pada masa muda ternyata membuat karir mereka terhambat. Sebuah fakta yang menarik bukan?
Nilai-nilai apa yang bisa diambil dari fakta baru soal tattoo tersebut? bahwa tujuan seseorang memiliki tattoo akan menentukan kelanjutan hidup dari orang tersebut. Jika Anda  memang niat berkarir dibidang entertain, tentu tidak perlu khawatir dengan tattoo yang dimiliki, tapi bagaimana jika karir yang akan dijalaninya ternyata hanya karyawan biasa? terlibat dalam suatu komunitas bisnis yang konservatif yang mengharuskan patuh pada banyak peraturan?

Lifestyle adalah bagian dari bagaimana kita mengisi hidup kita dengan sesuatu yang unik, tetapi keunikan itu haruslah menjadi sesuatu yang positif . Tattoo, adalah karya seni yang spektakuler, ilmu rajah ini secara teknikal memiliki tingkat kesulitan paling tinggi dibanding seni menggambar yang lain. Berkembangnya peminat terhadap seni tattoo ini menunjukan mulai terbukaanya masyarakat terhadap seni tattoo yang kini menjadi bagian dari fashion.

Isobel Varley

Thank you so much for letting us interview you!  Dead Chicks Are Cool promotes women who don’t conform to society’s standards of beauty along with the idea that ALL women are beautiful no matter their size, shape, color, body modifications, or ways of life.  You are an inspiration to us and all of our fans!



I was reading your story on your website and one of my favorite things you said was that you liked being different.  Have you found that you have always been different, even as a child?

As a child I suppose I was to some extent I was different in respect that although I played with girls I was keen to play with the boys as they did some interesting things.

One of the things I love is reading all of the interviews you have done in the past and seeing how open you are to talking about anything and everything.  Women who have found their voice and make themselves heard can inspire other women to do the same.  What one topic is the most fun for you to talk about?

It was many years before I took the initiative and had a tattoo on 14th August 1986 and from this I think it's the one thing that I love to talk about. One thing I  would stress to women in general is that they should do what they want to do in life and their body is their own so don't be limited by what society thinks you should do. 

Your erotic tattoos came as a surprise to me and I absolutely love them!  Do you have a favorite?  What is the story behind the mice and the cocks on the back of your head?

My favorite erotic tattoo is that of two monkeys on the calf of my right leg. Regarding my head tattoos, I must first say that when I had this done I merely asked the tattooist to do something different. So when after about an hour of tattooing the rear of my head I asked him what he was doing and he came straight out and said he was doing a lot of cocks. Well, I didn't believe him, so he showed me with a mirror and I was initially really shocked and I cursed him but within minutes after seeing the large area he had covered I thought this had best  be the theme for the whole head and so I gave him the go ahead to complete the job which took several sessions. However, I must admit I love the resulting tattoos.
  As well  as your tattoos you also have a number of piercings.  How many in total?  

Even before I had tattoos I had several piercings in the lower part of my ears but early on in my tattoo experience I heard that it was possible to get body piercings which I saw as complimentary to tattooing. So in 1989 I began to get more piercings, starting with two nasal piercing, then my nipples and then genital piercings and by end of 1991 I had multiple genital and ear piercings and today I have 40 piercings.


I’m sure you get all kinds of reactions when you are out in public.  Do you have a favorite story about an interaction with a stranger in regards to your appearance?  Have you ever had any negative interactions or are people generally accepting of you?

Of course some people look very hard at my tattoos but that doesn't bother me and in general people compliment me on them and frequently ask questions. One funny incident comes to mind which occurred whilst on holiday in Spain. Each evening I used to meet up with a couple of ladies and discuss what we had been doing during the day and after a week of doing this one of the ladies accidentally brushed against my bare upper arm and she was so surprised that what she thought was a pretty blouse was in fact my tattooed skin. She thought it was lovely and asked all sorts of question about my tattoos. 
Your bald head is beautiful!  I have shaved my head and found it a totally liberating experience.  When did you first shave your head and do you keep it bald now and wear a wig from time to time or do you grow your hair out and then reshave it?

I first had my head shaved by a professional hairdresser in 2006 in the presence of my tattooist and contrary to what I thought it would look like, it actually looked great . Within minutes of it being shaved my tattooist got to work with the tattooing. At first I shaved it regularly but I generally wore a wig. However, in more recent times due to laziness I don't shave it as often as I should.
Do you have any advice for the women and girls on our site that are struggling to fit in?

My advice to women who struggle to fit in is have confidence in the way you prefer to be but be careful not to offend people. 
Interview by Sarah Skeen

Jumat, 26 Juli 2013

this what i call a holiday

 Prambanan Temple
 Borobudur Temple w/ Justyna
 On the boat when i'm going to Nusa Kambangan Island ( Alcatraz Indonesian Version )

and i found a guy. but not him made me interest.. he has Owl.... Nice bird sweetie....
 Pasir Putih, still in Nusa Kambangan Island, Cilacap Central Java.
 Hell Yeah....!!
(^_^)9
 sitting down in here and imagine what will be happen with me long time ago in here, because this is a jail from Japan Military
 feel enjoy and better with fresh air and amazing neighbourhood in Pacet, East Java.
 B R O M O
still in Bromo with Justyna

Gajah Sumatera ditemukan mati tanpa gading

BANDA ACEH – Seekor gajah sumatra jantan ditemukan mati di Desa Ranto Sabon, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, Minggu (14/7). Saat ditemukan, gajah berumur 30 tahun itu dalam kondisi leher terputus dan sudah tidak memiliki gading yang panjangnya lebih dari 1 meter.
Ketua Ranger Conservation Response Unit (CRU) Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Mukhtar, menyebutkan bahwa gajah jantan tersebut mati sekitar tiga hari silam.

“Gajah tersebut mati bukan diracun, tapi terkena perangkap besi yang sangat tajam sehingga leher gajah terputus. Saat kami temukan, masih terlihat ceceran darah di sekitar bangkai gajah,” ujar Mukhtar.

Ia mengakui, tim dari CRU Sampoiniet yang terdiri dari Ranger, Mahot (perawat gajah), dan Polisi Hutan Kabupaten Aceh Jaya menemukan bangkai gajah jantan tersebut saat sedang melakukan patrol rutin.

“Saat sedang berpatroli, warga melaporkan ada gajah mati di kebun yang sudah tidak dimanfaatkan warga. Saat kami temukan, gading gajah tersebut sudah tidak ada,” ujar mantan penebang kayu ilegal tersebut.

Mukhtar menyebutkan, sebelumnya memang ditemukan gajah mati di pinggiran hutan Kecamatan Sampoiniet.

“Namun kali ini, seperti sengaja dipasang perangkap untuk diambil gadingnya, terlebih gajah yang mati tersebut sudah sangat tua dan memiliki gading yang panjang,” kata Mukhtar.

Mukhtar menambahkan, gajah jantan yang diberi nama Geng (pemberani) tersebut memang sering berada di pinggiran hutan Kecamatan Sampoiniet, namun keberadaan gajah tersebut tidak merusak seperti kawanan gajah yang lain.

“Gajah itu memang selalu berada di sekitar kebun penduduk, malah ketika kami usir dia tidak mau lari. Tapi dia tidak merusak, hanya berjalan di sekitar perkebunan warga,” kata Mukhtar.

Ia juga menyebutkan, selain sering berada di sekitar perkebunan warga, gajah itu juga beberapa kali masuk ke pekarangan CRU Sampoiniet, Aceh Jaya, namun  lagi-lagi tidak mengganggu Ranger atau Mahot yang menginap di posko.

“Malah, gajah jantan itu pernah kawin dengan gajah jinak yang berada di CRU dan sekarang gajah betina itu telah melahirkan anak berumur sepuluh bulan,” Mukhtar menambahkan.

Proses Hukum Lemah
Mukhtar berharap aparat penegak hukum, khususnya polisi dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) segera menyelidiki kasus kematian gajah jantan tersebut sehingga ke depan tidak lagi terulang kasus yang sama.

“Kami warga Kecamatan Sampoiniet, tidak mau ke depan anak cucu kami tidak lagi mengenal gajah karena telah musnah,” ungkap Mukhtar.

Sebelumnya, aktivis lingkungan di Aceh, Ratno Sagita menyebutkan, meskipun sebagian besar satwa liar telah dimasukkan dalam kategori dilindungi, namun lemahnya penegakan hukum belum bisa memberikan rasa aman bagi berbagai jenis satwa liar tersebut. Hingga kini, satwa liar masih terus ditangkap untuk berbagai kepentingan oleh banyak pihak.

Ratno menyebutkan, setiap tahun, pembunuhan gajah masih terus terjadi. Satwa bertubuh besar tersebut tidak hanya diburu untuk diambil gadingnya lalu di jual di pasar gelap, tapi juga dibunuh karena dinilai kerap mengganggu perkebunan, khususnya kelapa sawit.

“Data yang berhasil dikumpulkan, pada 2012, sekitar 15 bangkai gajah sumatra ditemukan di sejumlah provinsi. Gajah tersebut diperkirakan kemungkinan besar dibunuh," kata dia.

Jumlah tersebut, ujar Ratno, jauh lebih tinggi daripada 2011 yang hanya ditemukan sekitar lima ekor gajah mati.

“Dibandingkan tahun 2012 dengan 2011, terjadi kenaikan jumlah kematian gajah sekitar 10 ekor," ujar Ratno.

Ia mengatakan, biasanya gajah dibunuh dengan cara diracun untuk diambil gading atau dibunuh karena dianggap hama yang merusak perkebunan khususnya kelapa sawit.  

Pada 2012, bangkai gajah ditemukan di sejumlah daerah di Aceh, sebut saja Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie, Aceh Jaya, dan Aceh Selatan. Ratno menambahkan, sebagian besar gading gajah dari Aceh, biasanya dijual ke Medan, Sumatra Utara, dengan harga yang sangat tinggi. Kemudian dari Sumut, gading gajah dibawa ke luar negeri melalui pelabuhan-pelabuhan kecil.

Ratno juga mengatakan, sejak 2003 hingga 2013, belum pernah terdengar adanya proses hukum terhadap penangkap, pemburu, dan pemelihara, atau penjual satwa yang dilindungi di Aceh. 

Sumber : Sinar Harapan

The Hope

Take a break for a while from wrong life

Skip Away . . .

God Never bring me this so far just to leave me alone