Rabu, 22 Juni 2011

seorang ayah

25 tahun yang lalu,
Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan.
Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Itu sebabnya kami
ada di Kantor Catatan Sipil. Wali kami pun wali hakim. Dalam
tiga puluh menit, prosesi pernikahan kami selesai. Tanpa
sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa d! an salam
sejahtera dari kerabat. Tapi aku masih sangat bersyukur
karena Lukman dan Naila mau hadir menjadi saksi. Umurku
sudah menginjak seperempat abad dan Kania di bawahku..
Cita-cita kami sederhana,ingin hidup bahagia.

22 tahun yang lalu,
Pekerjaanku tidak begitu elit, tapi cukup untuk biaya makan
keluargaku. Ya, keluargaku. Karena sekarang aku sudah punya
momongan. Seorang putri, kunamai ia Kamila. Aku berharap ia
bisa menjadi perempuan sempurna, maksudku kaya akan budi
baik hingga dia tampak ! sempurna. Kulitnya masih merah,
mungkin karena ia baru berumur seminggu. Sayang, dia tak
dijenguk kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Aku harus
bisa terima nasib kembali, orangtuaku dan orangtua Kania tak
mau menerima kami.. Ya sudahlah. Aku tak berhak untuk
memaksa dan aku tidak membenci mereka. Aku hanya yakin,
suatu saat nanti, mereka pasti akan berubah.

19 tahun yang lalu,
Kamilaku gesit dan lincah. Dia sekarang sedang senang
berlari-lari, melompat-lompat atau meloncat dari meja ke
kursi la! lu dari kursi ke lantai kemudian berteriak
'Horeee, Iya bisa terbang'. Begitulah dia
memanggil namanya sendiri, Iya. Kembang senyumnya selalu
merekah seperti mawar di pot halaman rumah. Dan Kania tak
jarang berteriak, 'Iya sayaaang,' jika sudah
terdengar suara 'Prang'. Itu artinya, ada yang
pecah, bisa vas bunga, gelas, piring, atau meja kaca..
Terakhir cermin rias ibunya yang pecah. Waktu dia melompat
dari tempat tidur ke lantai, boneka kayu yang dipegangnya
terpental. Dan dia cuma bilang 'Kenapa semua kaca di
rumah ini selalu pecah, Ma?'

18 tahun yang lalu,
Hari ini Kamila ulang tahun. Aku sengaja pulang lebih awal
dari pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu. Kemarin
lalu dia merengek minta dibelikan bola. Kania tak
membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy apalagi
jadi pemain bola seperti yang sering diucapkannya.
'Nanti kalau sudah besar, Iya mau jadi pemain
bola!' tapi aku tidak suka dia menangis terus minta
bola, makanya kubelikan ia sebuah bola. Paling tidak aku
bisa punya lawan main setiap sabtu sore. Dan seperti yang
sudah kuduga, dia bersorak kegirangan waktu kutunjukkan bola
itu. 'Horee, Iya jadi pemain bola.'

17 Tahun yang lalu
Iya, Iya. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di jalan.
Mainnya di rumah aja. Coba kalau ia nurut, Bapak kan tidak
akan seperti ini. Aku tidak tahu bagaimana Kania bisa tidak
tahu Iya menyembunyikan bola di tas sekolahnya. Yang aku
tahu, hari itu hari sabtu dan aku akan menjemputnyanya dari
sekolah. Kulihat anakku sedang asyik menendang bola
sepanjang jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah
jalan. Aku berlari menghampirinya, rasa khawatirku
mengalahkan kehati-hatianku dan 'Iyaaaa'. Sebuah
truk pasir telak menghantam tubuhku, lindasan ban besarnya
berhenti di atas dua kakiku. Waktu aku sadar, dua kakiku
sudah diamputasi. Ya Tuhan, bagaimana ini. Bayang-bayang
kelam menyelimuti pikiranku, tanpa kaki, bagaimana aku
bekerja sementara
pekerjaanku mengantar barang dari perusahaan ke rumah
konsumen. Kulihat Kania menangis sedih, bibir cuma berkata
'Coba kalau kamu tak belikan ia bola!'

15 tahun yang lalu,
Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. Uang
pesangon habis untuk ke rumah sakit dan uang tabungan
menguap jadi asap dapur. Kania mulai banyak mengeluh dan Iya
mulai banyak dibe! ntak. Aku hanya bisa membelainya. Dan
bilang kalau Mamanya sedang sakit kepala makanya cepat
marah. Perabotan rumah yang bisa dijual sudah habis. Dan aku
tak bisa berkata apa-apa waktu Kania hendak mencari ke luar
negeri. Dia ingin penghasilan yang lebih besar untuk
mencukupi kebutuhan Kamila. Diizinkan atau tidak diizinkan
dia akan tetap pergi. Begitu katanya. Dan akhirnya dia
memang pergi ke Malaysia .

13 tahun yang lalu,
Setahun sejak keper! gian Kania, keuangan rumahku sedikit
membaik tapi itu hanya setahun. Setelah itu tak terdengar
kabar lagi. Aku harus mempersiapkan uang untuk Kamila masuk
SMP. Anakku memang pintar dia loncat satu tahun di SD-nya.
Dengan segala keprihatinan kupaksakan agar Kamila bisa
melanjutkan sekolah. aku bekerja serabutan, mengerjakan
pekerjaan yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku. Aku
miris, menghadapi kenyataan. Menyaksikan anakku yang tumbuh
remaja dan aku tahu dia ingin menikmati dunianya. Tapi
keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. Tapi aku
harus kuat. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila hidup
tegar.

10 tahun yang lalu,
Aku sedih, semua tetangga sering mengejek kecacatanku.
Dan Kamila hanya sanggup berlari ke dalam rumah lalu
sembunyi di dalam kamar. Dia sering jadi bulan-bulanan
hinaan teman sebayanya. Anakku cantik, seperti ibunya.
'Biar cantik kalo kere ya kelaut aje.' Mungkin
itu kata-kata yang sering kudengar. Tapi anakku memang sabar
dia tidak marah walau tak urung menangis juga.
'Sabar ya, Nak!' hiburku.
'Pak, Iya pake jilbab aja ya, biar tidak
diganggu!' pintanya padaku. Dan aku menangis. Anakku
maafkan bapakmu, hanya itu suara yang sanggup kupendam dalam
hatiku. Sejak hari itu, anakku tak pernah lepas dari
kerudungnya. Dan aku bahagia. Anakku, ternyata kamu sudah
semakin dewasa. Dia selalu tersenyum padaku. Dia tidak
pernah menunjukkan
kekecewaannya padaku karena sekolahnya hanya terlambat di
bangku SMP.!

7 tahun yang lalu,
Aku merenung seharian. Ingatanku tentang Kania, istriku,
kembali menemui pikiranku. Sudah bertahun-tahun tak kudengar
kabarnya. Aku tak mungkin bohong pada diriku sendiri, jika
aku masih menyimpan rindu untuknya. Dan itu pula yang
membuat aku takut. Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi
TKI ke Malaysia . Sulit baginya mencari pekerjaan di sini
yang cuma lulusan SMP.. Haruskah aku melepasnya karena
alasan ekonomi. Dia bilang aku sudah tua, tenagaku mulai
habis dan dia ingin agar aku beristirahat. Dia berjanji akan
rajin mengirimi aku uang dan menabung untuk modal. Setelah
itu dia akan pulang, menemaniku kembali dan membuka usaha
kecil-kecilan. Seperti waktu lalu, kali ini pun aku tak
kuasa untuk menghalanginya. Aku hanya berdoa agar Kamilaku
baik-baik saja.

4 tahun lalu,
Kamila tak pernah telat ! mengirimi aku uang. Hampir tiga
tahun dia di sana . Dia bekerja sebagai seorang pelayan di
rumah seorang nyonya. Tapi Kamila tidak suka dengan
laki-laki yang disebutnya datuk. Matanya tak pernah siratkan
sinar baik. Dia juga dikenal suka perempuan. Dan nyonya itu
adalah istri mudanya yang keempat. Dia bilang dia sudah
ingin pulang. Karena akhir-akhir ini dia sering diganggu.
Lebaran tahun ini dia akan berhenti bekerja. Itu yang kubaca
dari suratnya. Aku senang mengetahui itu dan selalu menunggu
hingga masa itu tiba. Kamila bilang, aku jangan pernah lupa
salat dan kalau kondisiku sedang baik usahakan untuk salat
tahajjud. Tak perlu memaksakan untuk puasa sunnah yang pasti
setiap bulan Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin
untuk kuat hingga beduk manghrib berbunyi. Kini anakku lebih
pandai menasihati daripada aku. Dan aku bangga.

3 tahun 6 bulan yang lalu,
Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisian
pemerintahan Malaysia , kabarnya anakku ditahan. Dan dia
diancam hukuman mati, karena dia terbukti membunuh suami
majikannya. Sesak dadaku mendapat kabar ini. Aku menangis,
aku tak percaya. Kamilaku yang lemah lembut tak mungkin
membunuh. Lagipula kenapa dia harus membunuh. Aku meminta
bantuan hukum dari Indonesia untuk menyelamatkan anakku dari
maut. Hampir setahun aku gelisah menunggu kasus anakku
selesai. Tenaga tuaku terkuras dan airmataku habis. Aku
hanya bisa memohon agar anakku tidak dihukum mati andai dia
memang bersalah.

2 tahun 6 bulan yang lalu,
Akhirnya putusan itu jatuh juga, anakku terbukti bersalah.
Dan dia harus menjalani ! hukuman gantung sebagai
balasannya. Aku tidak bisa apa-apa selain menangis
sejadinya. Andai aku tak izinkan dia pergi apakah nasibnya
tak akan seburuk ini? Andai aku tak belikan ia bola apakah
keadaanku pasti lebih baik? Aku kini benar-benar sendiri.
Wahai Allah kuatkan aku.

Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke Malaysia .
Anakku ingin aku ada di sisinya disaat terakhirnya.
Lihatlah, dia kurus sekali. Dua matanya sembab dan bengkak.
Ingin rasanya aku berlari tapi apa daya kakiku tak ada.. Aku
masuk ke dalam ruangan pertemuan itu, dia berhambur ke
arahku, memelukku erat, seakan tak ingin melepaskan aku.

'Bapak, Iya Takut!' aku memeluknya lebih erat
lagi. Andai bisa ditukar, aku ingin menggantikannya.
'Kenapa, Ya, kenapa kamu membunuhnya sayang?'
'Lelaki tua itu ingin Iya tidur dengannya, Pak. Iya
tidak mau. Iya dipukulnya. Iya takut, Iya dorong dan dia
jatuh dari jendela kamar. Dan dia mati. Iya tidak salah kan
, Pak!' Aku perih mendengar itu. Aku iba dengan nasib
anakku. Masa mudanya hilang begitu saja. Tapi aku bisa
apa, istri keempat lelaki tua itu menuntut agar anakku
dihukum mati. Dia kaya dan lelaki itu juga orang terhormat.
Aku sudah berusaha untuk memohon keringanan bagi anakku,
tapi menemuiku pun ia tidak mau. Sia-sia aku tinggal di
Malaysia selama enam bulan untuk memohon hukuman pada wanita
itu.

2 tahun yang lalu,
Hari ini, anakku akan dihukum gantung. Dan wanita itu akan
hadir melihatnya. Aku mendengar dari petugas jika dia sudah
datang dan ada di belakangku. Tapi aku tak ingin melihatnya.
Aku melihat isyarat tangan dari hakim di sana . Petugas itu
membuka papan yang diinjak anakku. Dan 'blass'
Kamilaku kini tergantung. Aku tak bisa lagi menangis.
Setelah yakin suda! h mati, jenazah anakku diturunkan
mereka, aku mendengar langkah kaki menuju jenazah anakku.
Dia menyibak kain penutupnya dan tersenyum sinis. Aku
mendongakkan kepalaku, dan dengan mataku yang samar oleh air
mata aku melihat garis wajah yang kukenal.
'Kania?'
'Mas Har, kau ... !'
'Kau ... kau bunuh anakmu sendiri, Kania!'
'Iya? Dia..dia . Iya?' serunya getir menunjuk
jenazah anakku.
'Ya, dia Iya kita. Iya yang ingin jadi pemain bola
jika sudah besar.'
'Tidak ... tidaaak ... ' Kania berlari ke arah
jenazah anakku. Diguncang tubuh kaku itu sambil menjerit
histeris. Seorang petugas menghampiri Kania dan memberikan
secarik kertas yang tergenggam di tangannya waktu dia
diturunkan dari tiang gantungan. Bunyinya 'Terima kasih
Mama.' Aku baru sadar, kalau dari dulu Kamila sudah
tahu wanita itu ibunya.

Setahun lalu,
Sejak saat itu istriku gila. Tapi apakah dia masih istriku.
Yang aku tahu, aku belum pernah menceraikannya. Terakhir
kudengar kabarnya dia mati bunuh diri. Dia ingin dikuburkan
di samping kuburan anakku, Kamila. Kata pembantu yang
mengantarkan
jenazahnya padaku, dia sering berteriak, 'Iya
sayaaang, apalagi yang pecah, Nak.' Kamu tahu Kania,
kali ini yang pecah adalah hatiku
i want to cry, but the tears wouldn't come............

story of my life

I wanted to share this with you all, because I know I’m not the only one who faces adversity - there's a lotta pain and sadness out there, but I promise you, if you allow Life to show you the goodness in it all (even the bad), there's nothing left but Happiness - and in the end, that’s all we really want...

Sabtu, 18 Juni 2011

The Messenger lyrics by - Chester LP

The Messenger Lyrics

When you feel you're alone
cut off from this cruel world
your instincts telling you to run

listen to your heart
those angel faces
they'll sing to you
they'll be your guide
back home

where life leaves us blind
love keeps us kind
it keeps us kind !

when you suffered it all
and your spirit is breaking
you're growing desperate from the fight

Remember your loved
and you always will be
this melody will bring
you right back home

When life leaves us blind
Love, keeps us kind!
When life leaves us blind
Love keeps us kind!

Ohhhhhh Ohhhhhhh!
Ohhhhhhh Ohhhhhh!
Ohhhhhh Ohhhhhhh!

little angel

My Little Angel.....
:-)

Kamis, 10 Maret 2011

mari kita menjadi back packers

Kopi Jos mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang. Tapi coba tanyakan kepada penikmat malam di Yogyakarta. Sebagian besar dari mereka pasti tau apa itu kopi jos.

Kopi jos mendapat namanya dari suara jos yang ditimbulkan arang membara yang dimasukkan ke dalam kopi panas. Bagaimana rasanya? Coba saja maka anda akan tahu.

Kopi jos Angkringan Lik Man terletak tepat di sebelah utara Stasiun Tugu Yogyakarta. Jika ingin mampir ke sana, bersiaplah untuk antri terutama pada saat jam makan malam.

Pengunjungnya sebagian besar adalah anak muda. Tidak sedikit yang berasal dari kota lain. Selain karena letaknya dekat dengan stasiun tugu, keberadaan angkringan ini sering menjadi bahan liputan TV dan surat kabar.

mari kita menjadi back packers

BARANGKALI banyak diantara Anda yang pernah membaca novel karya Andrea Hirata yang berjudul Edensor. Ya, di sana diceritakan bahwa Ikal, bersama Arai bertaruh dengan teman-teman kampusnya untuk menghabiskan libur musim dinginnya dengan mengelilingi Eropa. Siapa yang dapat singgah di negara yang lebih banyak, maka dialah yang memenangkan taruhan. Sepintas, akan terbersit pertanyaan, bagaimana bisa seorang mahasiswa asal Indonesia yang belajar di Prancis dapat menjamah banyak daerah di Eropa dengan bujet yang rendah? Yang akhirnya memenangkan taruhan itu.

Dan nyatanya, sudah banyak orang yang telah membuktikannya. Anda tidak perlu menjadi seorang Milyuner kaya raya untuk dapat menjelajahi tempat-tempat yang asing bagi hidup Anda sebelumnya. Meskipun bukan berarti sama sekali tidak membutuhkan uang, tapi banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk menghemat pengeluaran dalam perjalanan Anda.

Ya, menjadi Backpacker, itulah cara yang bisa Anda lakukan untuk dapat berkeliling dunia tanpa menguras kocek terlalu dalam. Backpacker, yang sering juga disebut sebagai "turis miskin" mulai menjadi pilihan bagi banyak pelancong yang "tidak terlalu kaya", namun memiliki hasrat untuk bepergian yang tinggi.

Backpacking adalah istilah yang digunakan untuk perjalanan Internasional yang dilakukan secara independen dan dengan baiaya yang murah. Istilah-istilah seperti perjalanan independen dan atau perjalanan anggaran sering digunakan bergantian dengan backpacking. Ciri-ciri yang sangat menonjol dari seorang backpacker, yaitu menggunakan transportasi umum sebagai sarana perjalanan, pemilihan hotel melati, panjang perjalanan liburan yang tidak singkat, penggunaan ransel, tingginya intensitas kontak dengan penduduk lokal alih-alih menikmati pemandangan setempat.

Jika Anda tertarik untuk mengunjungi banyak tempat di dunia, tidak ada salahnya untuk menjadi seorang backpacker.Apa saja yang harus Anda persiapkan sebelum ber-backpacking yakni :

Read more: http://www.dhaniels.com/2011/02/cara-mengelilingi-dunia-ala-backpacker.html#ixzz1G82Vj1Gy


Pertimbangkan waktu yang paling tepat untuk memulai perjalanan. Pelajari benar, kondisi medan yang akan Anda kunjungi, termasuk bagaimana kondisi cuaca dan iklim di tempat tujuan Anda. Sebagai contoh, jika Anda ingin mengunjungi Eropa jangan sesekali mencoba untuk melancong waktu musim dingin. Salah seorang backpacker dalam blognya menulis, "Bagi saya, seluruh 365 hari dalam setahun akan menjadi waktu yang baik untuk berkunjung ke Eropa. Namun bagi Anda yang alergi pada cuaca dingin, sebaiknya Anda datang pada bulan Mei-September dimana musim yang sedang berlangsung adalah Musim Semi dan musim panas." Perhatikan pula kebiasaan pelancong lain yang mengunjungi Eropa pada high season seperti Juli-Agustus dan Desember-Februari karena pada bulan-bulan tersebut Eropa sedang padat pengunjung yang sedang mengisi liburan musim panas dan tahun baru. Pada bulan-bulan ini, anda tidak akan bisa menghemat.

Utamakan bawa keperluan yang penting. Seperti surat-surat penting (Paspor, Visa, kartu ATM), keperluan pribadi (peralatan mandi, pakaian, jaket, hingga body lotion) termasuk peta, kamera, dan alat komunikasi serta uang secukupnya.

Jelilah memilih maskapai penerbangan. Banyak sekali maskapai penerbangan yang menawarkan pelayanan penerbangan ke Luar Negeri. Namun yang perlu anda perhatikan adalah pilihlah Maskapai yang menawarkan layanan paling murah. Tentu saja ini penting, karena Anda tidak sedang berwisata dengan bujet yang tinggi. Namun tentu saja tanpa mengesampingkan kualitas.

Berhematlah. Meskipun tetap membutuhkan uang, namun banyak sekali pos-pos yang bisa Anda optimalkan untuk menekan pengeluaran Anda selama berada di tempat tujuan. Selain bepergian pada Low Season dan membeli tiket pesawat termurah, Anda juga dapat menghemat output uang Anda dengan banyak cara. Jangan takut menawar, bergabung dengan banyak backpacker lain yang Anda temui, atau cobalah untuk mencari Couchsurfing dimana Anda bisa menemukan host untuk Anda mintai bantuan tempat tinggal. Selain gratis, Anda juga bisa menemukan sahabat atau mungkin keluarga baru di sana dan jangan lupa untuk tetap bertingkah laku baik dan membawakan sedikit kenang-kenangan untuk si tuan rumah.

me, my self and i

little angel

A woman has a heart like an angel, but you must never treat a woman roughly because she can change herself into a reasonable figure that you'll never want to see.....


dedicated to : Little Angel

Rabu, 02 Maret 2011

all about woman

because woman are create from the rib of man. Because Female is part of the male, what part of her life, will become part of your life........

my galery : scream for this letter...!

Much as I leave a blank page
To write your name and tell yourself
Many of my figure of speech that the main-play
To uncover the mystery of your eyes
But you've got the castle glass
You trap yourself there
I kept poetry for you
But you're still in the glass castle
None of meaning are you copyright your eyes for millions of my poem

Already millions of figure of speech strung
Hyperbole is exaggerated
But that's longing
Already millions!
I can not even count my poem jumnlah
Until blood will not flow to the fingertips
The always pressed this pen
Like you asked her feelings
You know?
I've had enough rhyming for you!

my galery

my name is Didi

friendship

friendship



friendship is never ends

friendship is never ends...
wherever u are...
wherever u do...
wherever u got...

friendship is never ends....until the world is felling empty...

Senin, 24 Mei 2010

stevefanus Y " Evan"

My name is Evan and I 11 eleven years old.
I born in Bandar Lampung Tuesday ,April 24'th 1999
I live in Balikpapan kelurahan Batu Ampar and i live in Perumahan Nirvana

I have 4 hobbies and my hobbies is:

* Writing
* Singing
* Playing Keyboard
* Reading

My planing when i growing up is :\
- Singer 
- made 51 books
- made 2 songs

about me :

and I made 51 books and 2 songs create by me
and I have 1 novel create by me to
and the name is " ILLUMINATTI "
and the story is telling about my gang activity like : discuss subject, singing, and try to have a nice day... (^0^)

The Hope

Take a break for a while from wrong life

Skip Away . . .

God Never bring me this so far just to leave me alone